part 2
“Sahabat salsa”
“Masa ustd pacarankan g
wajar” celote tati kepada ku sambil jalan mendekatiku, tati adalah seorang
sahabat, teman ngobrol yang nyambung periang, mudah tersenyum, sopan dalam
tutur kata, dan selalu aktif dalam berbagai bidang kegiatan namun aku takut
mendekatinya seakan akan gemetar kalau di dekat ku sebab dia juga sahabanya
salsa aku tak mau selalu bersama dia, padahal dia hanya mewakili teman-temannya
untuk menyampaikan fitna dan gosip yang terlanjur mengintai di sekolah kami,
setiap orang mengenalku mereka pasti menganggap aku pacarnya salsa, padahal
aggapan yang keliru yang selalu mengintai adalah akibat aq selalu menaruh
perhatian yang lebih layaknya seseorng yang menyenangi seorang wanita namun
dalam tahap yang wajar, namun perhatian itulah menjadi alasan oleh teman -
teman salsa